Sepuluh jiwa atau nafsu tercela ini merupakan pembagian nafsu yang terdapat dalam buku Seri III Buku Pintar Islam Seputar Sejarah dan Muammalah, karya M. Natsir Arsyad (1993: 149). Menarik bahasannya, karena selain menyebutkan delapan tingkatan nafsu yang ditempuh manusia, penulis juga menyebutkan sepuluh nafsu yang mendekam dalam diri manusia, sehingga sekuat mungkin harus dijinakkan dan (kalau perlu) digilas. Di sini , kita melihat apa saja sepuluh nafsu tersebut yang ada dalam diri manusia.
Sementara nafsu yang pertama (delapan tingkatan) selain tiga yang sudah dibahas sebelumnya ditambah nafsu mulhamah (jiwa yang menerima ilham berupa ilmu pengetahuan), nafsu musawwalah (jiwa yang bebas melakukan apa yang dimauinya tanpa peduli nilai aktivitasnya), nafsu radhiyah (jiwa yang menginsafi apa yag diterimanya dan menyatakan bersyukur terhadap ridha Allah), nafsu mardhiyah (jiwa yang senantiasa pasrah akan ridha Allah), dan nafsu kamilah (jiwa yang telah memiliki kesempurnaan, baik kulit maupun isi, lahir bathin, luar dalam).
Kesepuluh nafsu itu adalah :
- Nafsu kalbiyah : nafsu yang memiliki sifat anjing, yang perwujudannya antara lain suka memonopoli sendiri.
- Nafsu himariyah : nafsu yang memiliki jiwa keledai, yang pandai memikul namun tidak mengerti secuil pun apa yang dipikulnya. Dengan kata lain ia tidak memahami masalah.
- Nafsu sabui'yah : nafsu yang memiliki jiwa serigala (suka-suka menyakiti atau menganiaya orang lain dengan cara apa pun).
- Nafsu fa'riyah : nafsu yang memiliki nyali tikus, sebangsa merusak, menilep, atau semacamnya.
- Nafsu dzatis suhumi wa hamati wal hayati wal aqrabi, yaitu jiwa binatang penyengat berbisa sebagai ular dan kalajengking (senang menyindir-nyindir orang, menyakiti hati, dengki, dendam kepada orang lain).
- Nafsu khinziriyah : jiwa bersifat babi, yakni suka kepada yang kotor, busuk, apek dan yang menjijikkan.
- Nafsu thusiyah : nafsu merak, antara lain suka menyombongkan diri, sok aksi, berlagak-lagu, busung dada, dan sebagainya.
- Nafsu jamaliyah : nafsu unta (tak punya rasa santun, kasih sayang, tenggang rasa sosial, tak peduli kesusahan orang, yang penting dirinya selamat dan untung.
- Nafsu dubbiyah : jiwa beruang. Biarpun kuat dan gagah, tapi sontok akal alias dongok (bego).
- Nafsu qirdiyah : jiwa beruk alias munyuk atau monyet (diberi ia mengejek, tak dikasih ia mencibir, sinis, dan suka melecehkan atau memandang enteng).
Kesepuluh nafsu ini, meskipun bahasa yang digunakan oleh penulis kurang pas dan kurang panjang lebar, tapi setidaknya memberikan gambaran mengenai jiwa kita yang ternyata ketika tidak sesuai dengan syariat berubah menjadi binatang. Jiwa manusia dan jiwa binatang. Mana yang kita pilih?
Ternyata di bumi ini banyak mereka yang memiiliki jiwa binatang. Sebenarnya binatang-binatang di kebun binatang tidak perlu ditakuti oleh kita, yang harus ditakuti adalah binatang-binatang yang menjelma dalam jiwa diri kita. Ngeri tapi itulah realitasnya. Manusia adalah hewan yang berakal, the animal that reason atau hayawanun nathiq, kata Aristoteles. Kalau setuju dengan definisi manusia versi Aristo ini, maka manusia minus akal adalah binatang. Na'udzu billahi min dzalika.
Casino & Hotel - Mapyro
BalasHapusCasino & Hotel, Casino, Hotel, Hotel, Restaurants, Poker 창원 출장샵 Room, 의정부 출장샵 Gambling in Las Vegas, NV. Mapyro 광양 출장안마 is your 원주 출장안마 new home for all things 대전광역 출장안마 poker!