Senin, 28 Mei 2012

Siapakah Anda ?

Sebuah pertanyaan yang mengusik jiwa atau diri kita. Pertanyaan ini ternyata tidak sederhana. Kalaupun kita mampu dengan mudah menjawabnya, apakah benar jawaban kita? Belum tentu. Ternyata kesalahan dalam memberikan jawaban ini berdampak serius. Jawabannya berdampak kepada visi, misi dan aksi hidup di dunia ini, serta memisahkan dan juga membedakannya. Bagaimana akhir dari perjalanan hidupnya ketika dia memilih jawaban yang keliru terhadap pertanyaan tadi? 

Jadi, Siapakah Anda ? Untuk menjawabnya dengan benar, kita ditemani dan dibimbing oleh seorang ulama aktifis, seorang mujaddid (pembaharu), seorang mujahid, seorang mursyid dan seorang imam dengan segala maknanya yang ada. Dia adalah Al-Imam As-Syahid Hasan Al-Banna rahimahullah (wafat 1949). Inilah jawaban yang diberikan beliau dalam salah satu artikelnya (Nazharat fit Tarbiyah was Suluk).

Siapakah Anda?

"Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikanmu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu." (QS Al-Infithar:6-8)

Wahai manusia, siapakah Anda?
Pertama, Kami adalah orang-orang Mukmin yang membenarkan firman Allah Swt (Al-Mukminun Al-Mushaddiqun) yang menyatakan :

"Anda adalah makhluk rabbani, tiupan yang suci, ruh yang termasuk urusan Allah. Dia menciptakannya dengan tangan-Nya, Dia meniupkan ke dalam tubuhmu dari ruh ciptaan-Nya, yang mengutamakanmu atas kebanyakan makhluk-Nya, Dia memerintahkan malaikat untuk sujud kepadamu, yang mengajarimu semua nama, membebanimu dengan amanah yang engkau sanggupi, menganugrahkan nikmat kepadamu baik yang lahir maupun yang batin, yang menundukkan untukmu semua yang ada di langit dan di bumi, yang memuliakan kamu dengan pemuliaan atau penghormatan yang besar. Dia menciptakanmu dalam bentuk yang terbaik, melengkapimu dengan bekal paling sempurna, menganugrahimu pendengaran, penglihatan dan hati, menjelaskan kepadamu dua jalan, dan menunjukimu kepada dua arah, yang memudahkan jalan bagimu.

Engkau dengan izin-Nya dapat menyelam di air, terbang di udara, menemukan arus listrik, zat atom, dan menganugrahkan dengan pikiran dan kemampuanmu untuk mengarungi penjuru langit. Apakah engkau melihat  hal yang lebih agung, lebih besar, lebih suci dan lebih mulia?

Obatmu ada pada dirimu, namun engkau tidak melihatnya; Penyakit ada padamu, tapi engkau tidak merasakannya; Engkau mengira dirimu adalah materi kecil; Padahal padamu terdapat lipatan dunia yang besar.

Usai kehidupan yang amat pendek ini, Anda adalah makhluk abadi yang tidak hancur. Anda akan dihidupkan dan dibangkitkan. Anda akan memulai kehidupan mulia di negeri kenikmatan yang penuh kesenangan. Apabila Anda memahami rahasia tugas Anda di dunia, lalu Anda mengikhlaskan amal hanya untuk Raja yang berhak untuk disembah.

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan." (QS Adz-Dzariyat: 56-57)

Kematian yang Anda takutkan, hanyalah sebuah perpindahan dari kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat.
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui." (QS Al-Ankabut: 64)

Jasad ini hanyalah sebuah sangkar tempat Anda ditahan. Sebuah pakaian yang akan Anda lepas suatu ketika. Lalu Anda berjumpa dengan Hari Pembalasan. Semoga Allah Swt merahmati orang bijak yang bersenandung,

Aku adalah burung, dan ini sangkarku
Aku terbang dan ia kutinggalkan
Aku berada dalam pagar dan inilah jasadku
Ia hanyalah pakaianku untuk sementara waktu
Aku kini berkata kepada semua manusia, dan aku tahu Allah Maha Nampak di sini
Jangan Anda sangka kematian hanyalah kematian
Ia hanyalah perpindahan dari sini.

Kedua, Kaum materialis dan para pengingkar menyatakan, "Anda wahai manusia, adalah bagian dari tanah, cairan yang dipancarkan dari tulang punggung. Anda dilemparkan dari rahim dan hari-hari yang mematikan Anda. Tanah meleburkan Anda, setelah itu tidak ada suatu apa pun. "Lalu siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh?"

Orang-orang sebelumnya juga menyatakan--sebagaimana direkam dalam Al-Quran,
"Kehidupan ini tak lain hanyalah kehidupan di dunia saja. Kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa." (QS Al-Jatsiyah: 24)

Ungkapan sama juga dinyatakan oleh para pengekornya di zaman ini, "Anda adalah hasil percampuran unsur materi, perkembangan psikologi, perasaan dan kalbu, pemikiran dan pemahaman, tekad dan kehendak. Semua itu adalah dampak materi belaka, hasil percampuran tanah dan air. Kehidupan ini hanyalah hari-hari yang terbilang untuk digunakan sepuas-puasnya guna mencapai kelezatan."

Kehidupan dunia ini hanyalah makanan, minuman dan impian. Apabila hal ini luput dari Anda, yang tersisa hanyalah ucapan selamat tinggal pada dunia.

Saudaraku, inilah persoalan kehidupan apabila Anda menajamkan pandangan, mencurahkan pemikiran. Hal ini tak akan bermanfaat bagi orang yang lalai dengan eksistensi mereka, meremehkan kemanusiaan mereka. Jika Ada mengetahuinya, Anda akan mampu menentukan tujuan dan sarana di dunia ini.

Akhirnya, ingin saya nasehatkan bagimu, "Hendaklah Anda menyendiri bersama jiwa Anda selama beberapa saat di waktu malam atau siang hari. Hal ini untuk melihat yang paling utama dari dua pendapat di atas sekaligus dampak strategisnya dalam kehidupan individu dan sosial, hingga Anda merasa puas dengan pendapat pertama yang sesuai dengan fithrah. Maka Anda akan menerima dengan jiwamu untuk menyempurnakan keutamaannya. Engkau akan menganggap remeh persoalan-persoalan yang rendah, dan tujuan yang kerdil. Anda akan menghubungkan fithrah dengan Tuhannya yang Maha Luhur lagi Maha Tinggi. Anda sucikan fitrah itu dengan berdzikir kepada-Nya, menaati, merasakan pengawasan-Nya dan merasa takut pada-Nya. "Orang yang mengenal dirinya (dengan benar), maka telah mengenal Tuhannya."

Mereka telah menyerahkan urusan padamu
Sekiranya Anda cerdik tentang itu
Jagalah diri agar Anda tidak menggembala bersama unta liar.

(Sumber: Risalah Tarbiyah Imam Hasan Al-Banna, Pentahqiq: Isham Tallimah)


































Tidak ada komentar:

Posting Komentar