Ya Alloh, kenalkan aku dengan jiwaku sendiri. Allohumma 'arrifni nafsi. Sebuah permohonan tulus kepada Rabb agar membukakan sumber-sumber pengetahuan yang berlimpah. Bukan hanya sekedar menambah pengetahuan ansich. Bukan hanya sekadar untuk membangga-banggakan --na'udzu billah min dzalik-- kepada orang, tapi sebagai media untuk mengenal diri sendiri (ma'rifat az-dzat/knowing self).
Ada sebuah ungkapan yang populer di kalangan tasauf atau sufi. Man 'arofa nafsahu faqod 'arofa robbahu. Siapa yang mengenal dirinya (dengan benar), maka dia mengenal tuhannya. Begitupun sebaliknya. Man 'arofa robbahu faqod 'arofa nafsahu. Siapa yang mengenal Rabbnya, maka dia mengenal dirinya sendiri. Kedua ungkapan ini dalam perjalanannya mampu mengarahkan secara benar kepribadian kita. Pengenalan Tuhan (ma'rifatulloh) dan Pengenalan Diri (ma'rifatun nas) adalah pokok pengetahuan yang terpenting dalam hidup ini. Demikianlah apa yang dikatakan oleh para ulama shalihin seperti kata Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahulloh.
Lebih jauh Murtadha Muthahhari dalam Falsafah Akhlak mengatakan, "Semakin dalam pengetahuan dan pengenalan kita terhadap Alloh Swt (nama-nama dan sifat-sifat-Nya cth. dalam al-Asmaul husna), maka semakin sempurnalah kepribadian kita." Dan kata beliau lebih lanjut, setiap seruan atau apa pun namanya yang mengatasnamakan akhlak atau pengembangan kepribadian tanpa didasari pengenalan kepada Alloh Swt, maka semuanya omong kosong belaka.
Ya Alloh, kenalkan aku dengan jiwaku sendiri. Allohumma 'arrifni nafsi. Jiwa. Ada apa dengan jiwa? Betapa pentingkah jiwa? Alloh Swt dalam surat As-Syams [92]:1-10 menunjukkan pentingnya. Dalam surat ini, setelah menyebut dan bersumpah dengan makhluk-Nya; matahari, bulan, siang, malam, langit dan bumi, Alloh Swt bersumpah dengan jiwa. "Demi jiwa serta penyempurnaannya, maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya, sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu) dan sungguh rugi orang yang mengotorinya." (7-10)
Bagaimana agar kita bisa mengenali jiwa? Bagaimana cara membersihkan dan menyucikan jiwa?
Dua buah pertanyaan yang membutuhkan jawaban segera. Insya Alloh pada kesempatan berikutnya kita mengenal karakteristik jiwa. Semoga bermanfaat.
Subhanaka la ilma lana illa ma 'allamtana innakka antal 'alimul hakim. Allohumman fa'ni bima 'allamtani. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar