Setelah menyibak makna atau arti kata "nafs" dari segi bahasa, kita lanjutkan menelusurinya dalam Al-Quran. Apa saja makna yang ditampilkan Al-Quran terhadap kata "nafs" ini. Sebuah buku Kamus Kosakata Al-Quran, karya M. Thalib bisa mewakili untuk menggambarkannya, meskipun belum memadai. Hal ini karena isitilah nafs dengan derivasinya dalam Al-Quran sangat luas dan butuh kajian mendalam. Untuk mengkajinya, para ahli biasanya merujuk kepada bukunya M. Fuad Abdul Baqi, yaitu Al-Mu'jam al-Mufahras li Alfazh al-Quran al-Karim. Sebuah indeks lengkap yang memuat istilah-istilah dasar (secara hijaiyah) dalam Al-Quran. Baru kemudian menganalisisnya berdasarkan analisis semantik dan analisis lainnya yang dibenarkan.
Sebagai tahap awal, buku Kamus Kosakata ini--yang merupakan saduran dari kitab karya Husain bin Muhammad Ad-Damaghani, Ishlahil Wujuh wan Nazhair fil Quran al-Karim sangat berharga. Kelebihan buku ini (kekurangannya sudah pasti) adalah memuat kandungan makna dari setiap kata dalam Al-Quran berdasarkan tafsir-tafsirnya yang ada, sehingga terjemahannya pun secara otomatis merujuk kepada tafsir itu. Berbeda dengan terjemahan yang beredar (versi Departemen Agama).
Dalam buku tersebut (2007: 523-525), terdapat 10 makna kata nafs (pluralnya anfus-nufus) dalam Al-Quran, yaitu:
- Hati (al-Qalb) : wa ma ubarri-u nafsi innan nafsa la-ammaratun bis su'i (tiadalah aku dapat membersihkan hatiku. Sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong berbuat tidak baik-QS. 12:53) wa na'lamu ma tuwaswisu bihi nafsuhu (Kami mengetahui apa saja yg dibisikkan oleh hati seseorang-QS 50:16)
- Sejenis (min naw'in wahid) : laqad ja-akum rasulum min anfusikum (sesungguhnya telah datang seorang rasul dari jenis kalian sendiri-QS.9: 128)
- Manusia (al-Insan) : annan nafsa bin nafsi (sesungguhnya balasan atas pembunuhan terhadap manusia adalah dengan (membunuh) manusia (yang membunuh)-QS.5:45)
- Sekelompok (jumlatul insan) : faqtuluu anfusakum (karena itu bunuhlah orang dalam kelompok kalian sendiri-QS 2:54)
- Roh atau nyawa (ar-Ruh) : Allahu yatawaffal anfusa hina mawtiha (Allah mencabut roh ketika matinya makhluk-QS.39:42)
- Saudara seagama (ahlud din al-wahid) : wa la taqtuluu anfusakum (janganlah kalian bunuh saudara seagama kalian-QS.4:29)
- Diri (nafsun bi'aynihi) : wa law anna katabna 'alayhim aniq tuluu anfusakum (sekiranya Kami perintahkan kepada mereka: "Bunuhlah diri kalian sendiri ... QS.4.66)
- Azab (al-'Uqubah) : wa yuhadz-dzirukumullahu nafsahu (Allah menakut-nakuti kalian dengan azab-Nya.QS.3:28)
- Isi hati (al-Ghaib) : ta'lamu ma fi nafsii wa la a'lamu ma fi nafsika (Engkau mengetahui isi hatiku, tetapi aku tidak mengetahui kehendak-Mu. QS.5.116)
- Ummul Mukminin (ummul mu'minin) : law la idz sami'tumuhu zhannal mu'minuna wal mu'minatu bi anfusihim khaira (alangkah baiknya ketika kalian mendengar berita itu, maka orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan berprasangka baik kepada ummul mukminin-QS.24:12)
Jika perhatian kita sebentar dialihkan kepada terjemahan Al-Quran versi Departemen Agama, maka hampir semua kata-kata tersebut diartikan sama yaitu dengan diri, hati, nyawa dan jiwa. sebuah variasi terjemahan yang memperkaya wawasan kita dan mengasah kejelian kita dalam memahami sebuah realitas. "Engkau mengetahui isi hatiku (apa yang ada pada diriku), tapi aku tidak mengetahui kehendak (apa yang ada pada)-Mu."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar